Kenapa bisnis hecil harus punya Positioning? karena, banyak pemilik bisnis kecil percaya bahwa kualitas produk adalah faktor utama yang menentukan penjualan. Karena itu, mereka terus memperbaiki rasa makanan, meningkatkan kualitas bahan baku, mempercepat pelayanan, atau menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan kompetitor. Semua hal tersebut memang penting. Namun, dalam praktiknya, kualitas sering kali belum tentu cukup untuk membuat sebuah bisnis dipilih pelanggan.
Coba bayangkan ada dua kedai kopi di jalan yang sama. Keduanya menyajikan kopi dengan rasa yang tidak jauh berbeda, harga yang hampir sama, dan pelayanan yang sama ramahnya. Jika seseorang baru pertama kali datang ke daerah tersebut, apa yang membuatnya memilih salah satu kedai dibandingkan yang lain?
Jawabannya sering kali bukan karena kualitas yang sudah mereka rasakan, melainkan karena kesan yang telah lebih dahulu terbentuk di benak mereka.
Itulah mengapa positioning menjadi sangat penting.
Positioning bukan sekadar slogan atau kalimat promosi. Positioning adalah posisi yang berhasil ditempati sebuah brand di benak pelanggan. Ketika positioning sudah jelas, pelanggan tidak perlu berpikir terlalu lama untuk memahami siapa bisnis tersebut dan mengapa mereka layak dipilih.
Mengapa Positioning Semakin Penting bagi Bisnis Kecil?
Banyak orang mengira positioning hanya penting bagi perusahaan besar. Padahal, bisnis kecil justru sering kali lebih membutuhkannya.
Alasannya cukup sederhana. Perusahaan besar biasanya memiliki sumber daya yang jauh lebih besar untuk membangun brand. Mereka dapat beriklan di berbagai media, bekerja sama dengan influencer, hingga membuka banyak cabang sehingga lebih sering muncul di hadapan calon pelanggan. Sebaliknya, bisnis kecil umumnya harus menjalankan pemasaran dengan anggaran yang jauh lebih terbatas.
Dalam kondisi seperti itu, setiap kesempatan untuk dikenal menjadi sangat berharga. Namun, dikenal saja belum tentu cukup. Jika pelanggan hanya mengingat nama bisnis tanpa memahami apa yang membuatnya berbeda dari kompetitor, mereka akan lebih mudah beralih ke pilihan lain.
Di sinilah peran positioning menjadi sangat penting. Positioning membantu bisnis menanamkan kesan yang jelas di benak pelanggan tentang siapa mereka dan mengapa mereka layak dipilih. Dengan positioning yang kuat, bisnis kecil tidak harus bersaing dengan perusahaan besar melalui besarnya anggaran promosi. Mereka dapat bersaing melalui pesan yang lebih jelas, lebih fokus, dan lebih mudah diingat pelanggan.
Positioning Berasal dari Cara Kerja Otak Manusia
Konsep positioning pertama kali diperkenalkan oleh Al Ries dan Jack Trout pada awal 1970-an. Mereka menjelaskan bahwa tantangan terbesar sebuah brand bukan hanya menciptakan produk yang baik, tetapi juga mendapatkan tempat di benak konsumen yang setiap hari dibanjiri berbagai informasi.
Mulai dari iklan, konten media sosial, email, hingga berbagai promosi, semuanya berlomba-lomba mencari perhatian. Karena kemampuan manusia dalam menyerap informasi terbatas, otak secara alami akan menyederhanakan setiap brand menjadi satu asosiasi utama yang paling mudah diingat.
Itulah sebabnya ketika mendengar Volvo, banyak orang langsung memikirkan keamanan. BMW sering dikaitkan dengan pengalaman berkendara, sementara FedEx dikenal karena kecepatan pengirimannya. Brand-brand tersebut tidak berusaha dikenal karena semua keunggulan yang dimiliki. Sebaliknya, mereka memilih satu hal yang ingin melekat kuat di benak pelanggan.
Prinsip yang sama juga berlaku bagi bisnis kecil. Pada umumnya, pelanggan tidak akan mengingat seluruh daftar kelebihan sebuah usaha. Mereka justru lebih mudah mengingat satu alasan yang paling jelas dan paling kuat mengapa bisnis tersebut berbeda dari yang lain.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Bisnis Kecil
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah keinginan untuk menarik perhatian semua orang sekaligus. Niatnya memang baik, tetapi hasilnya justru membuat pesan yang disampaikan menjadi terlalu umum dan sulit dibedakan dari kompetitor.
Misalnya, banyak bisnis menggunakan kalimat seperti, “Harga produk terjangkau.” Masalahnya, hampir semua bisnis juga menggunakan pesan yang sama. Ketika semua brand mengatakan hal yang serupa, pelanggan tidak memiliki alasan yang cukup kuat untuk mengingat salah satunya.
Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah terlalu sering mengubah identitas bisnis. Hari ini ingin dikenal sebagai pilihan yang paling murah, bulan depan ingin terlihat premium, lalu beberapa minggu kemudian berusaha menonjolkan pelayanan yang paling cepat.
Pesan yang terus berubah seperti ini membuat pelanggan kesulitan membentuk persepsi yang jelas tentang brand. Akibatnya, mereka tidak benar-benar memahami apa yang menjadi keunggulan utama bisnis tersebut.
Padahal, positioning bukan sesuatu yang dibangun hanya melalui satu kampanye marketing. Positioning terbentuk dari pesan yang konsisten, disampaikan berulang kali, dan terus diperkuat dalam jangka panjang. Semakin konsisten sebuah brand menyampaikan pesan yang sama, semakin mudah pula brand tersebut menempati tempat khusus di benak pelanggan.
Bagaimana Menentukan Positioning?
Positioning yang baik selalu berangkat dari kebutuhan pelanggan, bukan dari keinginan bisnis untuk terlihat berbeda.
Sebelum menentukan positioning, cobalah menjawab beberapa pertanyaan berikut.
- Masalah apa yang paling sering dialami pelanggan? Bisnis yang berhasil biasanya dikenal karena mampu menyelesaikan satu masalah dengan sangat baik.
- Apa keunggulan yang benar-benar sulit ditiru kompetitor? Keunggulan tidak selalu berasal dari produk. Keunggulan juga bisa berasal dari pengalaman pelanggan, spesialisasi, pelayanan, proses kerja, atau cara berkomunikasi.
- Apa satu hal yang ingin diingat pelanggan setelah mengenal bisnis ini? Jika pelanggan hanya boleh mengingat satu hal tentang bisnis tersebut, apa yang paling penting?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut sering kali menghasilkan positioning yang jauh lebih jelas dibandingkan mencoba menonjolkan semua kelebihan sekaligus.
Positioning Membuat Strategi Marketing Lebih Konsisten
Banyak bisnis merasa setiap konten media sosial harus selalu terlihat berbeda agar tidak membosankan. Padahal, brand yang kuat justru tidak dibangun dari pesan yang terus berubah, melainkan dari satu pesan utama yang konsisten dan disampaikan dengan berbagai cara.
Ketika positioning sudah jelas, seluruh aktivitas marketing akan lebih mudah diarahkan. Konten media sosial dapat membahas nilai yang sama, copywriting menyampaikan pesan yang konsisten, desain visual memperkuat identitas brand, dan pelayanan pelanggan ikut mendukung persepsi yang ingin dibangun.
Seiring waktu berjalan, ingatan pelanggan pun mulai terbentuk. Semakin sering mereka menerima pesan yang selaras, semakin kuat pula posisi brand tersebut di benak mereka.
Apa yang Bisa Dipelajari Pebisnis?
Jika hari ini pelanggan masih memilih bisnis hanya karena harga, kemungkinan besar mereka belum melihat alasan yang cukup kuat untuk memilih brand tersebut. Sebelum menambah anggaran iklan atau membuat promosi baru, cobalah mengevaluasi apakah bisnis sudah memiliki positioning yang jelas. Jangan berusaha menjadi segalanya untuk semua orang.
Lebih baik dikenal karena satu hal yang benar-benar relevan bagi pelanggan daripada dikenal karena banyak hal, tetapi tidak ada yang benar-benar diingat. Positioning yang jelas bukan hanya memudahkan pelanggan mengenali bisnis, tetapi juga membuat seluruh strategi branding, copywriting, hingga digital marketing berjalan ke arah yang sama.
Positioning bukanlah strategi yang hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar. Justru bagi bisnis kecil, positioning dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif yang paling penting.
Di tengah banyaknya pilihan yang tersedia, pelanggan tidak akan mengingat semua brand yang mereka lihat. Mereka hanya akan mengingat brand yang memiliki pesan paling jelas dan paling mudah dipahami. Itulah alasan kenapa bisnis kecil harus punya positioning yang jelas agar lebih mudah diingat sekaligus lebih mudah dipilih.
Karena itu, jangan hanya fokus menciptakan produk yang lebih baik. Pastikan pelanggan juga memiliki alasan yang jelas untuk mengingat dan memilih bisnis tersebut. Lebih dari sekadar menjadi yang terbaik di pasar, positioning membantu sebuah brand menjadi pilihan yang paling mudah dipahami ketika pelanggan membutuhkan solusi tertentu.
Perlu bantuan untuk online marketing bisnismu? Hubungi Mata Badai Studio sekarang!
